Pengentasan KemiskinanProyek/Program di Sektor Pengentasan Kemiskinan:Lebih dari separuh penduduk Indonesia yang berjumlah 210 juta rawan terhadap kemiskinan. Pada tahun 2002, Bank Dunia memperkirakan 53% penduduk atau sekitar 111 juta jiwa, hidup di bawah garis kemiskinan standar internasional yaitu US$ 2 per hari. Kemiskinan
bukan hanya sekedar masalah pendapatan Pengentasan kemiskinan tetap merupakan komponen penting program kerjasama pembangunan dan akan dicapai melalui berbagai tujuan yang saling terkait:
Fokus peningkatan modal sumber daya manusia akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi dan melalui pendekatan bantuan sasaran khusus kabupaten dalam bentuk program baru pembangunan berfokus kabupaten melalui program baru Australia-Nusa Tenggara Assistance for Regional Autonomy (ANTARA). Dimulai tahun 2003, AusAID telah mendukung program-program pengentasan kemiskinan pemerintah dan kerangka kebijakan di tingkat nasional dan kabupaten. Dukungan ini meliputi penyediaan bantuan teknis untuk mendukung pengembangan dan implementasi proses Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP). Formulasi PRSP juga melibatkan donor-donor lain seperti Bank Dunia, JICA, ADB, CIDA, dan DFID. Kontribusi AusAID untuk PRSP terdiri dari dua komponen. Pertama, penunjukan
seorang ahli pengentasan kemiskinan yang akan menginformasikan pengembangan
pendekatan area khusus dengan cara meningkatkan pengertian akan program-program
pengentasan kemiskinan Pemerintah termasuk prioritasnya, dan dapat menjalin
hubungan dan memberi input bagi pengembangan program pendekatan area khusus.
Kedua, penunjukan seorang Senior Technical Advisor and Operational Support
Specialist (melalui Bank Dunia) yang akan membantu Komisi Modal SDM PRSP.
Komisi ini merupakan satu dari empat komisi yang didirikan Pemerintah
Indonesia untuk merumuskan PRSP. Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 16 Juli 2004
|