|
Home > Proyek > Propinsi > Sektor
Ulee Lheue Port Reconstruction
Latar belakangPelabuhan Ulee Lheue hancur total akibat tsunami pada 26 Desember 2004. Pelabuhan ini adalah sebuah poros transportasi utama yang memberikan layanan penumpang kapal feri untuk 600 penumpang per hari, termasuk para pedagang kecil dan keluarga-keluarga miskin. Pelabuhan ini mengirimkan 15 ton barang setiap hari melalui kapal feri dan juga menyediakan layanan feri kapal barang besar (500 ton) ke Medan dan pantai barat. Pelabuhan terdekat sekarang membutuhkan waktu 30 menit kendaraan untuk dapat dijangkau dan akses pelabuhan untuk bahan-bahan pembangunan kembali telah menjadi persoalan yang kritis, khususnya dengan semakin meningkatnya kerusakan pada sistem jalan utama. Pelabuhan ini juga kehilangan stasiun pembangkit tenaga listrik terapung yang terhempas beberapa kilometer ke daratan. Sebelum tsunami, pelabuhan ini dilindungi oleh tanggul panjang pada sisi utara dan selatan. Di darat ada bangunan terminal besar tiga lantai terbuat dari beton yang juga menjadi tempat bagi syahbandar lokal dan para pemakai lainnya. Pada bulan Juni 2005, menanggapi permintaan bantuan yang mendesak dalam hal rehabilitasi pelabuhan, AusAID memberikan bantuan sebesar AUD 2.6 juta kepada UNDP untuk menjalankan Tahap 1 dalam pembangunan kembali pelabuhan. Tahap 1 telah selesai dan pelabuhan tersebut dapat dibuka kembali, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. AusAID kemudian menyediakan AUD 8 juta yang diperlukan untuk membiayai Tahap 2 untuk memulihan kembali seluruh fasilitas-fasilitas pelabuhan. UraianTujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kembali Pelabuhan Ulee Lheue dan fasilitas-fasilitasnya agar bisa mencapai kapasitas operasional penuh. Kegiatan-kegiatannya akan meliputi:
Pencapaian/hasil-hasilDengan bantuan Australia, Pelabuhan Ulee Lheue dapat kembali beroperasi dalam waktu kurang dari satu tahun setelah mengalami kehancuran total. Setelah pengerjaan perbaikan besar pada tanggul pelindung sepanjang 1.4 km dan konstruksi tanggul penahan dan terminal feri sementara, pelabuhan ini sekarang menangani lebih dari 900 penumpang setiap harinya dan tingkat lalu lintas harian telah meningkat lebih dari 50 persen sejak 2005. Dengan dibukanya kembali pelabuhan Ulee Lheue, bahan-bahan bangunan yang diperlukan untuk membangun kembali Aceh sekarang dapat memasuki dan keluar dari Banda Aceh secara lebih mudah. Pembangunan kembali terminal feri permanen dimulai awal tahun 2007. Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 19 Juni 2007.
|