 |
NTT Primary Education Partnership
| Anggaran |
AUD 26,7 juta |
| Awal Proyek |
April 2002 |
Jadwal penyelesaian |
April 2008 |
| Instansi Terkait |
Departemen Pendidikan Nasional |
| Lokasi utama |
Flores-NTT (Kabupaten: Ende, Ngada, Sikka) |
| Kontraktor Pelaksana |
SAGRIC International |
Latar belakang
Kemitraan Pendidikan Dasar Nusa Tenggara Timur telah disepakati oleh
Pemerintah Australia dan Indonesia pada tahun 2000 untuk memperbaiki kualitas
pendidikan dan pencapaian pendidikan siswa di NTT, salah satu provinsi
paling miskin di Indonesia.
Fase I dilaksanakan terutama di Kabupaten Ngada mulai dari April 2002
sampai Maret 2004. Fase II mengalami perluasan untuk memasukkan pula Kabupaten
Ende dan Sikka. Sebuah peninjauan kembali pada tahun 2006 telah menetapkan
kegiatan-kegiatan yang dijalankan dalam Fase III, yang dijadwalkan selesai
April 2008.
Uraian
Tujuan dari Kemitraan Pendidikan Dasar NTT adalah untuk mendukung diperkenalkannya
perbaikan berkesinambungan dalam kualitas pendidikan di Kelas 1-3, sejalan
dengan reformasi pendidikan dasar dan administrasi pendidikan. Kemitraan
ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan praktek-praktek
pengajaran kelas yang lebih baik, manajemen berbasis sekolah dan masyarakat,
dan manajemen pendidikan tingkat kabupaten dan kecamatan yang mendukung.
Pencapaian/hasil-hasil
- Perbaikan pendekatan-pendekatan dalam pengajaran, pembelajaran, dan
pengelolaan kelas.
- Perbaikan kemampuan para guru untuk menyusun sendiri bahan-bahan pengajaran
mereka.
- Penyediaan bahan-bahan pengajaran di kelas untuk 3000 kelas di 1000
sekolah.
- Peningkatan kemampuan manajerial dari para kepala sekolah.
- Pemahaman yang lebih besar dari sekolah dan masyarakat persekolahan
mengenai standar layanan minimum yang diharapkan oleh Departemen Pendidikan
Nasional, dan hak-hak dari anak-anak.
- Pengembangan rencana-rencana sekolah, perbaikan anggaran sekolah,
dan kelanjutan distribusi dari bantuan hibah untuk pembangunan infrastruktur
sekolah.
- Peningkatan jumlah komite sekolah yang aktif dan efektif.
- Peningkatan keterlibatan perempuan dalam komite-komite sekolah.
- Cara-cara seleksi jabatan kepala sekolah dan penilik sekolah yang
lebih adil, sehingga menghasilkan antara lain, peningkatan proporsi
penunjukan wanita sebagai kepala sekolah.
- Perbaikan pelatihan untuk kepala sekolah dan penilik sekolah yang
baru ditunjuk.
- Lebih efektifnya perencanaan strategis jangka panjang untuk pendidikan.
- Kesediaan yang lebih besar untuk kerja sama antar kabupaten oleh departemen
pendidikan kabupaten.

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 21
Juni 2007
© Commonwealth
of Australia |