 |
Livelihoods - Private Enterprise
Partnership for Aceh and Nias
| Anggaran |
AUD 7 juta |
| Awal Proyek |
Januari 2006 |
| Jadwal penyelesaian |
September 2008 |
| Instansi Terkait |
Berbagai badan |
| Lokasi Utama |
Banda Aceh |
Kontraktor
Pelaksana |
International Finance Corporation (IFC) |
Latar belakang
Bencana tsunami mengakibatkan tewasnya amat banyak korban, menghancurkan
bisnis, rumah, harta pribadi, tanaman pangan, hewan ternak, peralatan,
dokumen-dokumen hukum dan aset-aset tunai pada lebih dari 50% populasi
Aceh (75% di antaranya adalah penduduk pedesaan). Dampak ini menyebar
ke seluruh provinsi hingga mencapai kelompok-kelompok masyarakat yang
tidak terkena bencana ini secara langsung karena berkurangnya pasar, perdagangan,
pasokan makanan dan pengalihan sumber daya ke wilayah-wilayah yang terkena
bencana.
Berkurangnya sumber mata pencarian ini lebih diperumit lagi dengan konflik
yang terus berlangsung, ketidakadilan pendapatan dari sumber daya alam
(kehutanan, minyak dan gas), ketergantungan masyarakat pada pertanian
dan perikanan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,
dan mekanisme-mekanisme kredit dan perdagangan yang tidak adil. Lebih
jauh lagi, 78 persen dari perkiraan kerugian yang timbul pada umumnya
harus ditanggung oleh sektor swasta dalam bentuk aset-aset dan pendapatan
yang seharusnya dapat dipergunakan untuk memberikan kontribusi bagi mata
pencarian masyarakat yang terkena dampak bencana (perikanan, pertanian,
perumahan, fasilitas transportasi dan perdagangan), semakin memperburuk
sumber mata pencarian.
Uraian
The Private Enterprise Partnership for Aceh and Nias (PEP-Aceh/Nias)
adalah sebuah kemitraan kerja sama antara Pemerintah Australia dan International
Finance Corporation (IFC).
Proyek ini mendorong munculnya sektor Usaha Kecil dan Menengah yang lebih
berdaya saing, dinamis dan sehat yang akan dapat membentuk sebuah dampak
yang nyata dan lestari dalam pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan
pekerjaan dan pemberantasan kemiskinan.
The Private Enterprise Partnership Aceh/Nias bekerja pada empat
bidang yang saling melengkapi, yakni:
- Memperkuat iklim untuk berjalannya dunia usaha di Aceh, khususnya
bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
PEP Aceh/Nias bekerja sama secara erat dengan Foreign Investment
Advisory Services (FIAS) dari Bank Dunia untuk membantu merancang
dan mengimplementasikan sebuah program terencana dalam memberikan
bantuan untuk melakukan reformasi iklim usaha. Hasil yang diharapkan
antara lain adanya himpunan perundangan dan peraturan investasi yang
dapat berjalan dengan baik, dan mendukung sistem-sistem lokal, untuk
memaksimalkan peluang-peluang yang dimiliki Aceh dalam menarik dan
mewujudkan investasi.
- Keterjangkauan pembiayaan secara lestari bagi usaha-usaha
setempat, khususnya UKM.
Program ini berfokus pada bidang-bidang seperti membangun kapasitas
dari lembaga-lembaga pembiayaan mikro (LPM) terpilih, membantu restrukturisasi
dari pinjaman-pinjaman yang telah berjalan dan mengaitkannya dengan
peluang-peluang pembiayaan lokal, membentuk sebuah biro penilaian
kredit kecil secara daring/online bagi LPM-LPM, dengan memanfaatkan
model Customer Online Information Network yang telah dikembangkan
oleh IFC-PENSA.
- Mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi produktif.
PEP Aceh/Nias memusatkan perhatian pada rantai pasokan analisis pasar
dan kemungkinan-kemungkinan peluang pasar.
- Membangun kapasitas BRR untuk mengoordinasikan pertumbuhan
ekonomi.
PEP Aceh/Nias menyediakan dukungan dengan sasaran pada tim bisnis
dan ekonomi, khususnya berkisar pada koordinasi program dari donor
dan dukungan bagi investor.
Pencapaian/hasil-hasil
Perbaikan pada Lingkungan Investasi dan Bisnis
- Bekerja sama dengan FIAS, BRR dan BPKPMD untuk menyusun rancangan
peraturan investasi yang sehat dan untuk mengembangkan sebuah kerangka
kerja untuk perbaikan ekonomi.
- Membentuk sebuah Kantor Penunjang Pelaku Investasi (Investor Outreach
Office) untuk menyediakan layanan-layanan penunjang investasi, menyelenggarakan
'temu bisnis', dan mengembangkan sebuah Pernyataan Kebijakan Investasi
untuk Aceh.
Memulihkan Mata Pencarian
- Lokakarya sesi informasi tentang kerajinan tangan pada Desember 2005
dihadiri oleh 100 penduduk Aceh (40 di antaranya adalah perempuan).
- Lokakarya untuk produsen/penjual kerajinan tangan dihadiri oleh 36
orang (setengahnya adalah perempuan) dan delapan peserta dilatih sebagai
pelatih.
- Menyelesaikan dan mendistribusikan sebuah rencana induk dan kerangka
logis (logframe) untuk memandu pengembangan sektor perikanan, merancang
program-program untuk pertambakan udang, produksi rumput laut dan usaha
pertanian.
- Meluncurkan sebuah sistem pemesanan hotel-hotel dan wisma kunjung
(guest house) melalui internet (www.aceh-hotels.com).
Meningkatkan Keterjangkauan Pembiayaan
- Lokakarya multi-pihak mengenai Tantangan-Tantangan dalam Pembiayaan
Usaha Kecil dan Menengah pada bulan Desember 2005.
Mengembangkan Layanan Bisnis Lokal
- Hampir 500 orang di Aceh dan Nias telah berpartisipasi dalam sebuah
program pelatihan percontohan yang diselenggarakan oleh IFC (kemampuan
konsultansi, pengelolaan keuangan dan keterampilan penggunaan komputer
untuk usaha). Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 penyedia layanan
bisnis lokal bekerja dengan usaha kecil dan 35 persen dari pesertanya
adalah kaum wanita. Para lulusan pelatihan ini telah dipekerjakan oleh
sejumlah organisasi.
- Meluncurkan Program YES! (Young Entrepreneurs' Startup) atau
Memulai Bisnis Bagi Wirausaha Muda di Nias, Banda Aceh, Lhokseumawe
dan Meulaboh.
- Menyelenggarakan pelatihan perencanaan bisnis bagi 200 wirausaha dan
pemilik usaha kecil, yang diikuti dengan sebuah kompetisi yang mana
enam pemenangnya masing-masing menerima bantuan modal sampai sejumlah
AUD 1.000 dan mendapatkan dukungan nasihat secara berkelanjutan.

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 19
Juni 2007
© Commonwealth
of Australia |