|
Home > Proyek > Propinsi > Sektor
Counter-terrorism Capacity Building Initiative
Latar belakangSetelah terjadinya pengeboman di Bali pada tahun 2002, Perdana Menteri Australia mengumumkan sebuah Inisiatif Membangun Kapasitas Menangkal Terorisme berjangka waktu empat tahun senilai AUD 10 juta dengan tiga prioritas bantuan yang luas: membatasi aliran pendanaan bagi para teroris, meningkatkan keamanan perjalanan dengan memperkuat keamanan di bandar udara, kemampuan kontrol imigrasi dan bea cukai, dan membangun kapasitas Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dalam hal kontra terorisme dan kejahatan transnasional. UraianAustralia telah menyediakan bantuan yang cukup besar bagi Indonesia untuk memperkuat rezim anti pencucian uang selama beberapa tahun. Melalui inisiatif Perdana Menteri ini, bantuan terus dikonsolidasikan dan dilanjutkan untuk memangkas aliran pendanaan bagi para teroris, termasuk dengan mendukung pembentukan dan operasional yang efektif dari Unit Intelijen Keuangan Indonesia, PPATK. Dengan bekerja sama dengan Layanan Bea Cukai, Departemen Transportasi dan Layanan Wilayah serta Departemen Imigrasi dan Persoalan Multibudaya dan Penduduk Asli Australia, AusAID mendukung sejumlah langkah bantuan yang dirancang untuk memperbaiki kapasitas menanggkal terorisme dari badan-badan kunci Indonesia yang bertanggung jawab untuk mengelola pergerakan orang dan barang melintasi batas-batas wilayah Indonesia. Kepolisian Federal Australia telah memulai pelaksanaan program untuk membangun keterampilan menangkal terorisme pada Kepolisian Indonesia. Program ini meliputi antara lain pelaksanaan sejumlah pelatihan, dukungan kelembagaan untuk pembentukan sebuah Pusat Kejahatan Transnasional dan pengembangan sistem informasi pengelolaan kasus. Pencapaian/hasil-hasil
Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 22 Juni 2007
|