AusAID in Indonesia

AusAID in Indoneisa

 

Home > Proyek > Propinsi > Sektor

Counter-terrorism Capacity Building Initiative

 

Anggaran AUD 10 juta
Awal Proyek 2004
Jadwal penyelesaian 2008
Instansi Terkait POLRI; PPATK; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Imigrasi
Lokasi proyek Jakarta
Kontraktor Pelaksana Dilaksanakan dengan bermitra dengan badan-badan Pemerintah Australia lainnya

 

Latar belakang

Setelah terjadinya pengeboman di Bali pada tahun 2002, Perdana Menteri Australia mengumumkan sebuah Inisiatif Membangun Kapasitas Menangkal Terorisme berjangka waktu empat tahun senilai AUD 10 juta dengan tiga prioritas bantuan yang luas: membatasi aliran pendanaan bagi para teroris, meningkatkan keamanan perjalanan dengan memperkuat keamanan di bandar udara, kemampuan kontrol imigrasi dan bea cukai, dan membangun kapasitas Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dalam hal kontra terorisme dan kejahatan transnasional.

Uraian

Australia telah menyediakan bantuan yang cukup besar bagi Indonesia untuk memperkuat rezim anti pencucian uang selama beberapa tahun. Melalui inisiatif Perdana Menteri ini, bantuan terus dikonsolidasikan dan dilanjutkan untuk memangkas aliran pendanaan bagi para teroris, termasuk dengan mendukung pembentukan dan operasional yang efektif dari Unit Intelijen Keuangan Indonesia, PPATK.

Dengan bekerja sama dengan Layanan Bea Cukai, Departemen Transportasi dan Layanan Wilayah serta Departemen Imigrasi dan Persoalan Multibudaya dan Penduduk Asli Australia, AusAID mendukung sejumlah langkah bantuan yang dirancang untuk memperbaiki kapasitas menanggkal terorisme dari badan-badan kunci Indonesia yang bertanggung jawab untuk mengelola pergerakan orang dan barang melintasi batas-batas wilayah Indonesia.

Kepolisian Federal Australia telah memulai pelaksanaan program untuk membangun keterampilan menangkal terorisme pada Kepolisian Indonesia. Program ini meliputi antara lain pelaksanaan sejumlah pelatihan, dukungan kelembagaan untuk pembentukan sebuah Pusat Kejahatan Transnasional dan pengembangan sistem informasi pengelolaan kasus.

Pencapaian/hasil-hasil

  • Bantuan untuk keberhasilan pembentukan PPATK, Unit Intelijen Keuangan Indonesia.
  • Lebih dari 100 staf POLRI telah mendapatkan pelatihan dalam analisis intelijen dan teknik pengawasan.
  • Pengembangan dan proses pengoperasian awal dari pangkalan data nasional POLRI yang pertama, Sistem Informasi dan Pengelolaan Kasus.
  • Pembentukan Pusat Kejahatan Transnasional POLRI, yang berlokasi di Markas Besar POLRI di Jakarta.
  • Pelatihan untuk para petugas bea cukai dalam keterampilan penggeledahan kapal dan analisis intelijen.

Kembali ke atas

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 22 Juni 2007

Australia Indonesia Partnership

Home | Cari | Map Situs | Disclaimer | Pernyataan Privasi | Tentang Situs Ini | Hubungi Kami

© Commonwealth of Australia