|
Home > Proyek > Propinsi > Sektor
Livelihoods - AIPRD Water
Resources and
|
| Anggaran | AUD 5 juta |
| Awal Proyek | September 2005 |
| Jadwal penyelesaian | Agustus 2008 |
| Instansi Terkait | Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia (DKP), Direktorat Jenderal Budi Daya Air (DJBDA), Dinas Perikanan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) |
| Lokasi Utama | Ujung Batee, Banda Aceh |
| Kontraktor Pelaksana |
ACIAR, Perusahaan-Perusahaan Konstruksi dan Pengadaan AIPRD, James Cook University dan Department of Primary Industry NSW |
Restoration of Annual Cropping in Aceh (RACA)
Kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di bagian barat Nanggroe Aceh Darussalam mengakibatkan menyusutnya jumlah petani, hancurnya infrastruktur pertanian dan lainnya, dan pengendapan sedimen-sedimen laut dan penyerapan air garam ke lahan yang produktif. Terdapat hambatan signifikan untuk memulai kembali pertanian di wilayah barat, namun melanjutkan kembali kegiatan pertanian adalah hal yang amat esensial untuk menyediakan mata pencarian.
Aceh Aquaculture Rehabilitation Project (AARP)
Sebelum tsunami, budi daya air adalah mata pencarian utama di Aceh, yang mempekerjakan lebih dari 94.000 orang. Udang windu, yang ditujukan untuk pasar ekspor, memiliki produksi tahunan senilai AUD 50 juta. Industri ini didominasi oleh tambak-tambak kecil yang dikelola secara alami yang menghasilkan udang dan ikan bandeng. Kerusakan parah terhadap pembibitan-pembibitan lokal yang memasarkan "nener" (bibit udang) kepada para petani menjadi penghambat yang amat serius. Rehabilitasi dan perbaikan produktivitas budi daya air memerlukan informasi kualitas yang lebih baik, pelaksanaan Contoh Praktek Manajemen Terbaik, dan kontrol kualitas produk yang lebih baik. Satu-satunya organisasi di Aceh yang dapat menyediakan bantuan ini adalah Balai Budidaya Air Payau (BBAP) di Ujung Batee, Banda Aceh. Balai ini mengalami kerusakan parah akibat tsunami dan kini tidak dapat menjalankan layanan yang diminta.
AIPRD Water Resources and Aquaculture Project (AWRAP) terdiri dari dua kegiatan yakni: Restoration of Annual Cropping in Aceh (RACA) yang bernilai AUD 1 juta dan Aceh Aquaculture Rehabilitation Program senilai AUD 4 juta.
Restoration of Annual Cropping in Aceh (RACA)
Proyek ini bertujuan untuk memulihkan mata pencarian penduduk melalui dijalankannya kembali panen tahunan dan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pangan pada wilayah-wilayah yang terlanda tsunami di Aceh. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat dan membangun kembali kapasitas teknis dari layanan penyuluhan pada tingkat provinsi (NAD-BPTP), kabupaten dan kecamatan untuk mengelola tanah yang terkena dampak tsunami agar dapat mengembalikan produksi tanaman pangan, mengembangkan dan memberikan contoh cara-cara pengelolaan tanah untuk mengembalikan tingkat produktivitas tanaman pangan tahunan. Proyek ini juga akan mengembangkan dan mengimplementasikan sebuah strategi komunikasi untuk memudahkan proses pertukaran informasi antara pemerintah, non-pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang berkepentingan untuk memulihkan pertanian di lahan-lahan yang terkena dampak tsunami.
Aceh Aquaculture Rehabilitation Project (AARP)
Proyek ini menghidupkan kembali budi daya perairan di wilayah pantai sebagai sumber utama pendapatan dan penyedia lapangan pekerjaan di Aceh. Proyek ini dirancang untuk dapat menampung kebutuhan langsung jangka pendek yang timbul karena dampak dari tsunami, dan kebutuhan jangka panjang untuk memperkuat budi daya perairan wilayah pantai di wilayah utara Sumatra. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang ini, proyek ini dijalankan melalui dua komponen:
Komponen 1 - Rehabilitasi Fisik Balai Budidaya Air Payau (BBAP) di Durung.
Komponen 2 - Membangun Kapasitas di BBAP
Restoration of Annual Cropping in Aceh (RACA)
Aceh Aquaculture Rehabilitation Project (AARP)
Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 19 Juni 2007
| Home | Cari | Map Situs | Disclaimer | Pernyataan Privasi | Tentang Situs Ini | Hubungi Kami |