AusAID in Indonesia

AusAID in Indoneisa

 

Home > Proyek > Propinsi > Sektor

Aceh Mapping Assistance Project

 

Anggaran AUD 10 juta
Awal Proyek Mei 2006
Jadwal penyelesaian Fase I: Februari 2007
Instansi Terkait Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL); Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR); Badan Pertanahan Nasional (BPN)
Lokasi Utama Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat dan Pidie
Kontraktor
Pelaksana
Fase I: Apogee Imaging International

 

Latar belakang

Gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 di Sumatra bagian Utara telah menimbulkan dampak yang amat dahsyat terhadap provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pulau Nias di Indonesia. Kondisi di Nias semakin diperparah oleh karena terjadinya gempa bumi pada 28 Maret 2005. Sebagian besar infrastruktur wilayah pantai, perumahan, dan sistem pencatatan di daerah tersebut hancur, bersama dengan tewasnya korban sebanyak 130.000 jiwa. Kira-kira 300.000 persil tanah terkena dampak langsung oleh tsunami ini, termasuk karena hilangnya bukti-bukti kepemilikan dari banyak persil-persil tanah ini. Gempa bumi ini juga memiliki dampak yang signifikan terhadap topografi pantai di NAD, yang mana berbagai laporan menyatakan bahwa pantai barat Aceh mengalami penurunan antara 1 dan 3 meter. Wilayah-wilayah yang sebelumnya ditinggali sekarang merupakan dataran-dataran jalur banjir. Pengamatan dari udara menunjukkan bahwa pola drainase dan aliran sungai telah berubah, terutama pada sungai-sungai di wilayah pantai.

Banda Aceh, ibu kota NAD, mengalami kehancuran total pada wilayah-wilayah dataran rendah yang terlanda oleh gelombang tsunami. Sebagian besar dari pantai barat lainnya, dan pulau-pulau di sekitarnya, mengalami kerusakan parah, di mana beberapa kota dan desa tersapu habis sepenuhnya.

Perubahan-perubahan geografis di wilayah-wilayah pantai harus dipetakan agar pembangunan kembali provinsi Aceh dapat berjalan. Kemajuan dalam proses sertifikasi tanah, perencanaan tata ruang, perumahan, jalan, jembatan, sanitasi dan prasarana umum seluruhnya amat tergantung atas ketersediaan peta-peta yang berkualitas baik. Sejumlah lembaga donor saat ini bekerja untuk membantu pembuatan peta-peta baru dengan berbagai skala di seluruh wilayah NAD, sekalipun demikian, masih ada kesenjangan informasi, dan ketersediaan peta-peta yang dihasilkan masih menjadi masalah besar.

Uraian

Proyek Bantuan Pemetaan Aceh membantu proses pemetaan Aceh untuk memenuhi kebutuhan pemetaan prioritas tinggi dan survei geospatial di sepanjang wilayah yang terkena bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara agar dapat melanjutkan proses penetapan kembali batas-batas tanah dan pembangunan kembali prasarana umum.

Proyek ini dibagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut:

  • Fase I: merupakan tahap pengumpulan, produksi, penyimpanan dan pendistribusian hasil-hasil pemetaan dengan radar di wilayah-wilayah pantai dan pulau-pulau di Aceh dan Sumatra Utara yang terkena dampak tsunami.
  • Fase II: memproduksi peta-peta topografis dari data-data yang dikumpulkan dalam Fase I.
  • Fase III: memberikan kontribusi bagi kemajuan kebutuhan survei konstruksi yang sangat mendesak di Aceh dan memberikan bantuan untuk pengelolaan, penyimpanan dan penyebaran informasi.

Pencapaian/hasil-hasil

Proyek Bantuan Pemetaan Aceh saat ini sedang dalam fase I pelaksanaannya. Pencapaian sampai saat ini meliputi:

  • Pembaruan sistem komputer pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) telah diselesaikan, termasuk persiapan lengkap dalam hal perangkat keras, perangkat lunak dan prasarana jaringan untuk diserahterimakan kepada Bakosurtanal pada akhir Fase 1.
  • Data pemetaan untuk Nias telah dikumpulkan dan diproses.
  • Data untuk semua wilayah yang lain telah dikumpulkan, dan saat ini sedang dalam pemrosesan.

Kembali ke atas

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 19 Juni 2007

Australia Indonesia Partnership

Home | Cari | Map Situs | Disclaimer | Pernyataan Privasi | Tentang Situs Ini | Hubungi Kami

© Commonwealth of Australia