AusAID in Indonesia

AusAID in Indoneisa

 

Home > Proyek > Propinsi > Sektor

Aceh Housing Assistance Program

 

Anggaran AUD 10 juta
Awal Proyek November 2005
Jadwal penyelesaian Januari 2008
Instansi Terkait Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR); para Kepala Desa; LSM mitra yang menyediakan perumahan
Lokasi Utama Aceh Besar, Banda Aceh

 

Latar belakang

Aceh menanggung kehancuran terbesar yang timbul akibat gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004. Lebih dari 180.000 rumah hancur dan infrastruktur esensial musnah sepanjang jalur pantai yang jaraknya setara dengan jarak antara Brisbane dan Sydney, dan mengakibatkan 500.000 orang harus meninggalkan rumah mereka.

Lebih dari 120.000 rumah - yang setara dengan lebih dari 120 wilayah pemukiman Australia rata-rata - harus dibangun kembali di Aceh dan Nias, setelah sertifikat tanah diperoleh kembali serta jalan-jalan dan pelabuhan-pelabuhan dibangun kembali untuk memungkinkan akses ke semua lokasi pembangunan. Pada akhir Desember 2006, hampir setengah dari perumahan baru yang dibutuhkan telah selesai. Sekitar 95.000 orang masih tinggal di tenda-tenda pada akhir 2006, dan sekitar 50.000 tinggal di pusat-pusat penampungan sementara.

Kebutuhan yang mendesak di Aceh telah membuat Pemerintah, LSM dan para donor untuk fokus dalam memastikan bahwa orang-orang yang terpaksa kehilangan rumahnya dapat ditampung di penampungan sementara yang aman dan memadai serta mempunyai akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, air bersih, dan sanitasi. Prioritas ini selanjutnya bergeser menjadi membangun perumahan permanen bagi mereka yang kehilangan rumah mereka akibat tsunami.

Uraian

Pemerintah Australia memberikan komitmen sebesar AUD 3 juta untuk bantuan perumahan sementara di Aceh untuk memindahkan para pengungsi dari tenda-tenda ke bangunan-bangunan penampungan semi-permanen dan untuk memperbaiki kondisi di pusat-pusat penampungan sementara.

Bantuan Australia ini antara lain:

  • Dengan melakukan kemitraan dengan LSM dan PBB, Australia telah membangun rumah-rumah sementara berkualitas tinggi (yang juga dikenal dengan nama “flat-packs”) untuk orang-orang yang tinggal di tenda-tenda.
  • Penyediaan bantuan keahlian teknis dan personil untuk bekerja bersama LSM-LSM (termasuk Palang Merah Australia dan Catholic Relief Services) agar dapat memberikan solusi yang tepat dalam hal air dan sanitasi, logistik dan tantangan-tantangan lainnya yang terkait dengan penyediaan perumahan semi-permanen.
  • Perbaikan sarana air, sanitasi, drainase dan kondisi umum di pusat-pusat penampungan sementara.

Australia memainkan peranan penting dalam memastikan terjadinya keberhasilan pelaksanaan dari proyek-proyek perumahan sementara dan melanjutkan bantuan ini dengan sampai ke pembangunan perumahan permanen dengan bantuan tambahan sejumlah AUD 7 juta. Australia menyediakan bantuan konstruksi dan teknis untuk membantu LSM-LSM membangun rumah-rumah yang telah mereka programkan dan untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat untuk mengatasi kesenjangan dalam pembangunan kembali perumahan.

Australia juga membantu pemetaan tanah rakyat dalam skala besar untuk memudahkan program pembangunan kembali perumahan dan membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan kebijakan perumahan serta merencanakan dan membangun kembali prasarana penting untuk memungkinkan akses terhadap lebih banyak lagi lokasi pembangunan di wilayah-wilayah yang jauh.

Pencapaian/hasil-hasil

  • Membangun sekitar 1.250 tempat penampungan sementara, menampung lebih dari 8.000, dan memulihkan layanan air dan sanitasi dan memperbaiki kondisi kehidupan di 20 desa.
  • Menyediakan lapangan kerja bagi beberapa ratus pedagang lokal dalam pembangunan kembali perumahan, sehingga memungkinkan masyarakat lokal untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan kembali dan belajar keterampilan-keterampilan konstruksi.
  • Memetakan lebih dari 77.000 bidang tanah sampai akhir Desember 2006 untuk memulihkan kembali sertifikat tanah di 331 desa yang terlanda tsunami, dan juga pemetaan tanah masyarakat sedang dijalankan di 61 desa lainnya – membantu untuk mengatasi sebuah penghambat penting dalam pembangunan kembali perumahan.
  • Menyelesaikan 22 rencana tata ruang desa pada akhir 2006, untuk membantu pembangunan kembali perumahan masyarakat yang terpadu sepenuhnya, di distrik Aceh Besar, dan 60 lainnya telah hampir diselesaikan di Aceh Jaya, Aceh Besar dan Nagan Raya.
  • Membuat sebuah pangkalan basis data perumahan di Kabupaten Aceh Barat untuk memperbaiki koordinasi pelaksanaan pembangunan perumahan; dan
  • Menyediakan penasihat-penasihat teknis untuk membantu BRR memecahkan berbagai macam tantangan dalam pelaksanaan pembangunan perumahan, termasuk dalam menjaga standar kualitas konstruksi dan menangani masalah logistik serta pasokan kayu tebangan yang harus diperoleh secara lestari.

Kembali ke atas

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 19 Juni 2007

Australia Indonesia Partnership

Home | Cari | Map Situs | Disclaimer | Pernyataan Privasi | Tentang Situs Ini | Hubungi Kami

© Commonwealth of Australia