AusAID in Indonesia

AusAID in Indoneisa

 

Home > Proyek > Propinsi > Sektor

Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS)

 

Program Dana Hibah ACCESS [situs eksternal]

Anggaran AUD 22 juta
Awal Proyek Februari 2002
Jadwal penyelesaian Juni 2007
Instansi Terkait Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri
Lokasi Nusa Tenggara Timur dan Barat, Sulawesi Selatan dan Tenggara
Kontraktor Pelaksana International Development Support Services Pty Ltd (IDSS)/Connell Wagner Company

 

Latar belakang

ACCESS adalah kelanjutan dari Indonesia Australia Small Activities Scheme (IASAS), yang merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dari bantuan bilateral resmi Australia kepada Indonesia sejak 1989. Seperti IASAS, ACCESS mengembangkan masyarakat melalui hibah, membangun kapasitas, perencanaan dan pembelajaran bersama.

Uraian

Tujuan dari program lima tahun ini adalah turut menanggulangi kemiskinan serta memperkuat masyarakat madani, khususnya di Indonesia Timur.

Pendekatan ACCESS didasarkan pada pemahaman bahwa pengembangan masyarakat tidak hanya dengan memperbaiki mata pencarian tetapi juga memperkuat peran dari komunitas di dalam masyarakat madani. Pendekatan ini dilakukan untuk membentuk sebuah lingkungan pembelajaran bersama antara masyarakat, kelompok-kelompok terorganisir di masyarakat (seperti LSM dan OMM) dan para pemimpin di dalam badan-badan pemerintah.

Pembiayaan dari ACCESS tersedia secara nasional, tetapi dikonsentrasikan pada dua kabupaten di empat wilayah sasaran: NTT (Sumba Timur dan Sumba Barat), NTB (Lombok Tengah dan Lombok Barat), Sulawesi Selatan (Jeneponto dan Bantaeng) dan Sulawesi Tenggara (Muna dan Buton).

Pencapaian/hasil-hasil

  • 180 hibah untuk lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung aktivitas-aktivitas pengembangan berbasis masyarakat dengan jumlah penerima manfaat langsung seluruhnya sekitar 60.000.
  • Memfasilitasi lokakarya Indeks Masyarakat Madani yang dijalankan di delapan kabupaten dan melibatkan kurang lebih 350 peserta dari Pemerintah, sektor swasta, OMM dan kelompok-kelompok kemasyarakatan (sekitar 40 per sen adalah wanita).
  • Memperkenalkan proses ODST (Organisational Development Snapshot Tool) atau Alat Bantu Penilaian Kondisi Perkembangan Organisasional, menyediakan sebuah alat bantu strategis bagi LSM-LSM dalam memperbaiki dan meningkatkan tata kelola mereka.

 

Kembali ke atas

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 22 Juni 2007

Australia Indonesia Partnership

Home | Cari | Map Situs | Disclaimer | Pernyataan Privasi | Tentang Situs Ini | Hubungi Kami

© Commonwealth of Australia