Australian Government - AusAID

Kisah tentang Proyek-proyek AusAID

AusAID in Indonesia

Home > Kisah tentang Proyek-proyek AusAID

Karangsari, di mana Masyarakat Berhasil Mengelola Sanitasinya secara Sukses

Dalam rangka peringatan Hari Air PBB tanggal 22 Maret 2003, AusAID menyelenggarakan kunjungan bagi media masa untuk melihat beberapa lokasi ketersediaan air bersih dan sanitasi yang relevan. Salah satu proyek air dan sanitasi AusAID yang dikunjungi adalah proyek Pembuangan Kotoran Dangkal untuk Lokasi Pedesaan Berbasis Masyarakat di Desa Karangsari, Garut, Jawa Barat. Berikut cerita singkat mengenai Desa Karangsari.

Saat ini, warga Desa Karangsari lebih berbahagia. Anda dapat melihat dari wajah ceria mereka, setelah adanya akses fasilitas sanitasi yang lebih baik.

Sejak meletusnya Gunung Galunggung beberapa dekade yang lalu, masyarakat di daerah ini mengalami depresi. Mereka kesulitan memperoleh air bersih. Sanitasi juga sangat buruk. Terletak di kaki Gunung Galunggung, dekat Garut, Jawa Barat, (hanya dua jam setengah perjalanan dari ibukota provinsi, Bandung) masyarakatnya tidak begitu berbeda dari masyarakat daerah terpencil. Ketidak tersediaan air bersih yang sehat dan memadai, serta kurangnya fasilitas sanitasi berdampak buruk bagi kesehatan dan mutu kehidupan mereka.

Di sini, seperti juga di daerah perkotaan lain, sumber air terletak cukup jauh dari rumah penduduk. Sementara sebagian besar pria sibuk bekerja di luar rumah, wanita dan anak-anak harus berjalan beberapa kilometer untuk mengambil sedikit air. Berapa banyak air yang dapat diangkut saat harus berjalan dengan membawa wadah kecil di kedua tangan anda?

Buruknya kualitas air, kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, dan keterbatasan kemampuan masyarakat untuk mendanai pembangunan infrastruktur air dan sanitasi, menyebabkan timbulnya penyakit menular melalui air di daerah tersebut seperti diare, tifus dan kolera.

Sekitar tahun 1999, Yayasan Setia Budi Utama (YASBU) dari Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat, bertemu dengan penduduk desa ini. YASBU kemudian memulai upaya untuk memperbaiki fasilitas air dan status kesehatan masyarakat sasaran di daerah tersebut melalui penyediaan air bersih dan sanitasi dengan melibatkan masyarakat di setiap proses pembangunan. “Yayasan menyerahkan proposal kepada AusAID yang menyetujui pendanaan proyek senilai Rp. 434, 513, 500, ini” kata direktur YASBU, Aris Mawardi.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat sasaran melalui penyediaan “sistem saluran pembuangan kotoran berbasis masyarakat” dan menggunakannya untuk menunjukkan alternatif sanitasi di desa, kabupaten dan wilayah lainnya. Masyarakat mendesain dan membangun tiga sistem saluran pembuangan kotoran untuk melayani 380 keluarga. AusAID mendukung YASBU melaksanakan pelatihan yang dibutuhkan bagi masyarakat Desa Karangsari untuk mengelola sistem saluran pembuangan kotoran tersebut.

Sedikit demi sedikit masyarakat mulai menggunakan sistem saluran pembuangan yang mereka bangun. Perlahan-lahan, tingkat kesehatan mereka mulai meningkat. “Sekarang lebih sedikit kasus diare daripada sebelumnya,” kata seorang bidan yang juga menggunakan fasilitas ini. Sedikit demi sedikit, perlahan tetapi pasti, masyarakat ini juga mulai semakin teratur: Panitia Pembangunan Sanitasi Masyarakat (yang difasilitasi oleh YASBU) telah digantikan oleh Badan Pemeliharaan Saluran Pembuangan Masyarakat yang bertanggungjawab atas pengoperasian dan pemeliharaan jangka panjang sistem saluran pembuangan tersebut.

Kisah ini adalah bukti keberhasilan AusAID yang telah menyediakan bantuan bagi Indonesia selama hampir 30 tahun di sektor ketersediaan air bersih dan sanitasi pedesaan. Proyek-proyek yang telah selesai memfasilitasi lebih dari satu juta penduduk dalam memperolah akses bagi ketersediaan air bersih dan sanitasi.

 

Kembali ke atas

Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 20 Juni 2005.

Australia Indonesia Partnership

Home | Cari | Map Situs | Disclaimer | Pernyataan Privasi | Tentang Situs Ini | Hubungi Kami

© Commonwealth of Australia