Kisah tentang Proyek-proyek AusAID |
|
Home > Kisah tentang Proyek-proyek AusAID
"Saya ingin menyumbang kembali bagi negara tercinta…"Nina Kurnia Dewi adalah seorang penerima Beasiswa Pembangunan Australia (ADS). Ia memperoleh gelar MBAnya dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia, dan lulus tahun 2002. Pada jamuan makan malam ADS yang dilaksanakan pada tanggal 3 September 2003 yang lalu, Nina menyampaikan pidato mewakili ratusan penerima beasiswa dan rekan-rekan ADS lain. Berikut adalah kutipan sambutan Nina. Malam ini adalah malam yang sangat istimewa bagi saya dan semua rekan ADS yang baru kembali dari Australia karena pertama kali bergabung dalam keluarga besar alumni AusAID. Kami memiliki banyak kenangan indah dan istimewa yang masih melekat di benak kami selama hidup dan belajar di Australia. Rasanya baru kemarin kami mengikuti kuliah di universitas bersama dengan warga Australia dan mahasiswa negara lain, bekerja di laboratorium, belajar di perpustakaan dan bersiap-siap untuk ujian akhir. Kami pergi ke pusat perbelanjaan besar bersama keluarga, mengunjungi berbagai tempat yang indah di seluruh Australia dan bahkan menikmati teh sore dengan keluarga-keluarga Australia. Serasa baru tadi malam kami menyanyikan dan mempertunjukkan nyanyian dan tarian tradisional, dan mengenakan pakaian tradisional pada “malam Indonesia” di universitas kami. Menjadi penerima beasiswa AusAID merupakan kebanggaan tersendiri. Proses seleksi berjalan dengan adil. Saya tidak menemukan kolusi atau ikatan-ikatan tersembunyi di antara penyeleksi dan para calon. Begitu jelas dan tegas. Kami dipilih berdasarkan kemampuan kami, bukan berdasarkan tanda tangan seseorang atau alasan lainnya. Kemudian kami mengikuti kursus-kursus di IALF sehingga kami dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kami. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh staf dan manajemen IALF yang telah membantu kami memperbaiki kemampuan bahasa Inggris dan akademis kami, untuk mempersiapkan kami memasuki universitas-universitas di Australia. Saat tiba di Australia, kami merasa sedikit bingung. Namun mahasiswa senior ADS memandu kami dan kami belajar untuk menyesuaikan kehidupan. Hidup sangatlah menyenangkan di Australia. Sebagian besar di antara kami berbagi “mimpi” Australia dengan pasangan dan anak-anak kami. Kami bekerja keras dan berbagi kesulitan dengan petugas penghubung ADS yang selalu siap membantu. Untuk semua bantuan tersebut, atas nama seluruh alumni ADS yang hadir malam ini, saya ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada AusAID atas pemberian beasiswa yang memungkinkan kami belajar dan menikmati hidup di Australia. Sekarang kami telah kembali di Indonesia. Kami telah menyelesaikan program Master atau Doktor kami. Kami bekerja di berbagai bidang di negeri yang luas ini dan membawa pulang pengetahuan tambahan dan pengalaman internasional. Kami merasa berkewajiban untuk menyumbang bagi pembangunan negeri tercinta kami, Indonesia, dan membawanya keluar dari saat-saat yang sulit ini. Saya yakin kami bisa melakukannya bersama-sama. Secara pribadi, sekali lagi saya ingin berterimakasih kepada AusAID atas kedermawanan dan bantuannya yang tidak terlupakan. Hidup saya telah berubah dan saya ingin menyumbang kembali bagi negeri tercinta saya, dan yang utama, tetap mempertahankan persahabatan antara Indonesia dan Australia yang indah ini. Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 20 Juni 2005.
|