![]() |
Home > Proyek > Propinsi > Sektor
Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II (IASTP II) (Selesai)
Latar Belakang ProyekTahap pertama Indonesia Australia Specialised Training Project (IASTP) berjalan selama tiga tahun dari tahun 1995-1998. Tujuan proyek adalah meningkatkan keterampilan staf di organisasi pemerintah dan non-pemerintah terpilih melalui pelatihan khusus, baik di Australia maupun di Indonesia. Pengkajian ulang atas proyek ini dilakukan pada bulan Juli 1997 dimana tahap kedua direkomendasikan. Bidang sasaran pelatihan ini berbeda dengan tahap pertama proyek dan lebih mencerminkan prioritas Pemerintah Indonesia, serta tema-tema baru dalam program kerjasama pembangunan bilateral yang meliputi pengentasan kemiskinan. Rincian ProyekTujuan IASTP II adalah menyediakan pelatihan khusus yang akan membantu pengembangan masyarakat, good governance dan penguatan kelembagaan. Tujuan ini akan dicapai melalui transfer pengetahuan dan pengembangan keterampilan khusus bagi target penerima di sektor pemerintah dan swasta (termasuk LSM). Penerima biasanya adalah profesional tingkat menengah yang memiliki kapasitas untuk menjalani pelatihan dan memperoleh manfaat pribadi serta dapat menyumbang secara positif bagi kinerja lembaganya. Pelatihan dilaksanakan di Australia dan Indonesia untuk jangka waktu antara satu minggu dan tiga bulan di bidang-bidang prioritas pembangunan, sebagaimana diputuskan oleh Pemerintah Indonesia dan Australia. Pelatihan telah dilaksanakan di berbagai bidang tetapi tidak terbatas pada manajemen pelayanan kesehatan, pengembangan usaha kecil menengah, hak asasi manusia, hak milik intelektual, hukum lingkungan dan perdagangan internasional serta peningkatan ekspor. Proyek ini telah menseleksi peserta dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan di lokasi-lokasi tertentu di Sumatra, Jawa, NTB, NTT, Kalimantan, dan Sulawesi. Menanggapi kebutuhan yang muncul sehubungan dengan desentralisasi, proyek
ini telah mengidentifikasi beberapa bidang tambahan seperti perencanaan
kabupaten dan propinisi, dan manajemen pelayanan kesehatan. Proyek ini
memiliki seorang penasihat penguatan kapasitas yang bekerja dengan lembaga
peserta untuk membantu melaksanakan penilaian yang lebih baik atas kebutuhan
pelatihan, mengembangkan rencana tindakan pelatihan, mengawasi dan mengevaluasi
pelatihan, dan menangani gender dan kesetaraan dalam pelatihan. Proyek
ini juga bekerja sama dengan pusat pendidikan dan pelatihan (Diklat) pemerintah
pusat dan provinsi untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam melaksanakan
otonomi daerah. Halaman ini terakhir diperbaharui tanggal 14 June 2005.
|